• Pemulih Nusantara

Melaksanakan Pembangunan Berkelanjutan dari Tingkat Desa/Kampung


Salah satu tantangan besar setiap negara di dunia adalah menerjemahkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/ Sustainable Development Goals (SDGs) global pada unit pemerintahan terkecil. Berkaca dari itu, Yayasan Pemulih Nusantara (MULIANTARA) telah memfasilitasi upaya pengembangan model Kampung Berkelanjutan. Upaya tersebut telah dituangkan dalam Buku Panduan Seri Kampung Berkelanjutan yang diluncurkan pada hari Rabu (08/09) lalu secara daring (online).

Peluncuran ini menghadirkan beberapa narasumber antara lain Israr Ardiansyah sebagai pembedah dan juga fasilitator. Selain itu, terdapat tiga narasumber untuk memberikan tanggapan buku panduan yaitu Dr. Suprapedi (Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi), Julianus Runaki (Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat), dan Gusniar Nurdin (UNDP Project Associate for the SDG Academy Indonesia). Pada kesempatan ini, MULIANTARA juga turut menghadirkan masyarakat Kampung Menarbu, Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat dan M. Yusli (perwakilan dari Dusun Sebaju dan Kebebu, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat), untuk menceritakan pengalaman mereka mengembangkan kampungnya menjadi kampung berkelanjutan.

Peluncuran buku panduan ini adalah kelanjutan upaya MULIANTARA yang sejak tahun 2018 dengan dukungan WWF - Indonesia mengembangkan model “Kampung Berkelanjutan” di Kampung Menarbu. Berdasarkan pengalaman tersebut, MULIANTARA telah menyelenggarakan dua workshop yang berjudul Seri Lokakarya Pengembangan Kampung Berkelanjutan dan Seri Lokakarya Penyusunan Rencana Strategis Kampung Berkelanjutan. Dari hasil lokakarya ini MULIANTARA teruskan kedalam bentuk buku panduan yang berjudul:

  1. Seri Kampung Berkelanjutan: Menapakkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke Tingkat Desa/Kampung

  2. Seri Kampung Berkelanjutan: Menata Langkah Membangun Harapan

Israr Ardiansyah mengemukakan fakta unik terkait hasil pencariannya di situs pencarian Google.com tentang “Kampung Berkelanjutan”. Beliau menemukan bahwa kata “Kampung Berkelanjutan” ditemukan sebanyak 560 hasil pencarian. “Relevansinya adalah setelah mencoba memasukan kata “Kampung Berkelanjutan” hasilnya belum terlalu banyak, sehingga peluncuran modul ini dapat menjadi optimisme untuk bahan pembelajaran bagi siapapun,” ujar Israr. Beliau juga menambahkan kelebihan dari buku panduan ini antara lain pada buku ini dengan cermat berusaha membumikan SDGs di tingkat desa/kampung, disusun berdasarkan proses yang partisipatif dengan konsep belajar bersama, mendokumentasi metode yang ilmiah dan terukur dan buku panduan ini dikemas dengan ringan dan indah.

Dr. Suprapedi pun memberikan tanggapan yang positif atas peluncuran Buku Panduan Seri Kampung Berkelanjutan ini. Beliau menanggapi bahwa isi Buku Panduan Seri Kampung Berkelanjutan: Menapakkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke Tingkat Desa/Kampung telah terstruktur dengan baik dan ada basis ilmiahnya, sehingga para pembaca akan mendapatkan pola pemikiran yang scientific dan sistemik. Buku panduan selanjutnya yaitu Seri Kampung Berkelanjutan: Menata Langkah Membangun Harapan juga ditanggapi oleh beliau yang menyatakan bahwa contoh-contoh yang ditampilkan sangat detail sehingga mudah untuk diserap dan juga sangat implementatif. “Kami sangat memberikan apresiasi yang tinggi, mudah-mudahan buku ini dapat lebih banyak supaya bisa direplikasi ke banyak desa. Secara konten sudah baik. Buku ini sangat dahsyat, dapat menggali potensi masyarakat melalui metode fasilitasi berbasis kekuatan” tambahnya.

Berikutnya Gusniar Nurdin pun menyambut baik atas peluncuran Buku Panduan Seri Kampung Berkelanjutan. Menurutnya buku yang menargetkan fasilitator atau pendamping masyarakat ini merupakan aksi yang berkontribusi secara tidak langsung pada pencapaian SDGs baik untuk nasional maupun global. Selain itu, buku panduan ini juga cukup relevan dengan pembangunan berkelanjutan. “Yang unik dalam buku panduan ini adalah bahwa pendidikan pembangunan berkelanjutan sebagai basis pembuatan buku, dengan lebih fokus mengubah pola perilaku, pola pikir, dan gaya hidup bagi transformasi masyarakat yang positif” Ujar Gusniar.

Menjelang akhir acara Alyandra Gusman selaku moderator acara mengulang kembali poin-poin penting hasil diskusi yang ditayangkan pada aplikasi MURAL. Poin-poin ini akan dipelajari lebih lanjut oleh MULIANTARA untuk pengembangan Buku Panduan Seri Kampung Berkelanjutan selanjutnya maupun untuk pengembangan model Kampung Berkelanjutan itu sendiri. Akhirnya, tiba juga pada sesi peluncuran Buku Panduan Seri Kampung Berkelanjutan secara resmi, sekaligus menjadi penutup rangkaian acara ini. Tayangan selengkapnya dapat diakses pada Channel Youtube Pemulih Nusantara (https://bit.ly/ytKampungBerkelanjutan). Modul juga dapat diunduh secara gratis di www.muliantara.or.id/publikasi.



7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua