Kampung Menarbu sebagai Model Kampung Berkelanjutan

IMG_1369.JPG.jpg

MULIANTARA bekerjasama dengan WWF - Indonesia dalam program Leading the Change berinisiatif mengembangkan model Kampung Berkelanjutan (Sustainable Village) di Kampung Menarbu, Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat sejak tahun 2018.

 

Proses pengembangan Kampung Berkelanjutan diawali dengan sosialisasi dan paduserasi model Kampung Berkelanjutan di tingkat Kabupaten. Sebagai langkah awal untuk mengenal dan mendapat kepercayaan dari masyarakat, MULIANTARA telah melakukan live in di kampung untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dan belajar mengenal adat budaya, sosial, ekonomi, dan lingkungannya serta mengikuti kegiatan masyarakat. Selanjutnya bersama masyarakat Kampung Menarbu, dilakukan survei pendahuluan, analisis kebutuhan, dan pemetaan pemangku kepentingan untuk menentukan desain rencana kegiatan pengembangan Kampung Berkelanjutan.

 

Dalam pengembangan Kampung berkelanjutan harus memperhatikan prinsip-prinsip partisipasi dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat termasuk kelompok perempuan, pemuda dan anak-anak dalam proses perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan kegiatan, monitoring, evaluasi, dan pembelajaran. Oleh karena itu, dilaksanakan Lokalatih Visioning: Menuju Kampung Berkelanjutan, untuk memperoleh gambaran awal potensi kampung dan harapan masyarakat dengan membangun prinsip optimis yang selanjutnya dikembangkan menjadi visi dan misi kampung. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat memiliki kepercayaan diri, kemauan untuk berkembang serta kemauan untuk belajar. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi, dan mengarusutamakan pembangunan kampung berkelanjutan melalui visi kampung bersama masyarakat. Secara bersama-sama, masyarakat mencari potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang mereka miliki, menyusun mimpi bersama, membangun rancangan, dan menentukan prinsip-prinsip yang harus dipegang dalam membangun mimpi serta rencana tindak lanjut.

IMG_3241.JPG.jpg

Setelah Lokalatih Visioning, dilanjutkan dengan Lokalatih Integrasi TPB kedalam Rencana Strategis Kampung dengan hasil visi, misi, dan program yang telah terintegrasi dengan 17 TPB. Rencana strategis ini disusun bersama-sama kemudian dituangkan ke dalam draft rekomendasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kampung dan disahkan menjadi RPJM Kampung Menarbu pada periode 2021-2026 melalui Musyawarah Kampung bersama pendamping distrik.

 

Saat terjadi pandemi COVID-19 sebagai upaya menjalankan protokol dan pedoman kesehatan dan mencegah penyebaran virus, maka MULIANTARA tidak dapat melakukan perjalanan ke Kampung Menarbu sehingga tidak dapat mendampingi secara langsung. Pandemi ini mengharuskan MULIANTARA untuk adaptasi dalam berkegiatan. Pada saat yang bersamaan, akhirnya Kampung Menarbu telah mendapatkan akses internet, sehingga kegiatan dapat dilaksanakan secara daring. Sebagai langkah awal MULIANTARA merekrut dua orang Community Organizer (CO) dari Kampung Menarbu yang membantu menjalankan dan memfasilitasi kegiatan secara jarak jauh dan pengadaan infrastruktur Rumah Belajar.


Untuk melihat dan mengukur perubahan dan peningkatan pengembangan kampung berkelanjutan di tahun ketiga dilakukan survei indikator yang dilakukan oleh CO. Survei indikator dilakukan terhadap empat kriteria yaitu perikanan berkelanjutan, pariwisata berkelanjutan, ketahanan pangan, dan pendidikan menggunakan metode Sustainable Livelihood Approach. Survei ini dilaksanakan dengan partisipasi masyarakat terhadap lima modal yang dimiliki kampung yaitu modal alam, manusia, sosial, dana, dan fisik. Metode survei yang digunakan berupa gabungan dari luring dan daring. CO mengumpulkan data di lapangan menggunakan aplikasi google form yang langsung diolah dan dianalisis secara daring oleh MULIANTARA. Survei yang dilakukan di Kampung Menarbu dijadikan data awal untuk rekomendasi pendampingan kegiatan kedepannya. Hasil dari survei menunjukan bahwa Kampung Menarbu memiliki komitmen yang tinggi dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan, keinginan dalam mengembangan pariwisata berkelanjutan, ketahanan pangan, dan pendidikan.

Rumah Belajar sebagai Pusat Pengetahuan dan Pembelajaran Masyarakat

Salah satu upaya adaptasi kegiatan dan mendukung terwujudnya kampung berkelanjutan adalah dengan mengembangkan pusat pengetahuan dan pembelajaran masyarakat tentang pembangunan berkelanjutan. Salah satu strateginya adalah dengan mendirikan Rumah Belajar sebagai pusat pengelolaan pengetahuan, pembelajaran, dan pendampingan masyarakat, contohnya untuk aparat kampung, kelompok perempuan, dan kelompok pemuda. Selain itu, Rumah Belajar juga dapat dijadikan tempat pembelajaran bagi anak-anak selain pendidikan formal.

WhatsApp Image 2021-08-20 at 14.38.16 (3).jpeg

Salah satu upaya adaptasi kegiatan dan mendukung terwujudnya kampung berkelanjutan adalah dengan mengembangkan pusat pengetahuan dan pembelajaran masyarakat tentang pembangunan berkelanjutan. Salah satu strateginya adalah dengan mendirikan Rumah Belajar sebagai pusat pengelolaan pengetahuan, pembelajaran, dan pendampingan masyarakat, contohnya untuk aparat kampung, kelompok perempuan, dan kelompok pemuda. Selain itu, Rumah Belajar juga dapat dijadikan tempat pembelajaran bagi anak-anak selain pendidikan formal.

Langkah awal keberjalanan Rumah Belajar untuk pembelajaran jarak jauh adalah dengan pengadaan infrastruktur juga dilengkapi buku untuk taman baca bagi anak-anak dan masyarakat serta media pembelajaran yang terdiri dari alat tulis dan permainan edukatif untuk anak-anak. Infrastruktur pendukung Rumah Belajar dipasang di Puskesmas Pembantu (PUSTU) Kampung Menarbu yang diatur dan difasilitasi penggunaannya oleh CO. 

 

Rumah Belajar ini digunakan untuk pembelajaran jarak jauh bersama masyarakat seperti aparat kampung, kelompok perempuan, pemuda, dan anak-anak yang difasilitasi oleh CO secara luring dan MULIANTARA secara daring. Rumah Belajar ini telah dimanfaatkan untuk kegiatan rapat koordinasi MULIANTARA dengan CO dan masyarakat Kampung menarbu, pendampingan penyusunan RPJM Kampung Menarbu, pendampingan kelompok perempuan terkait ketahanan pangan (Kelompok Rumah Pangan Lestari-KRPL), pendampingan kelompok Sasi dan pembelajaran jarak jauh untuk anak-anak. Salah satu hasilnya adalah RPJM Kampung Menarbu 2021-2026 yang telah terintegrasi dengan 17 TPB. Sementara pendampingan kelompok perempuan, kelompok Sasi, kelompok pemuda dan pembelajaran jarak jauh untuk anak-anak masih saat ini masih berlangsung.

WhatsApp Image 2021-05-07 at 10.59.02(1).jpeg

Harapan MULIANTARA Kampung Menarbu dapat menjadi model pionir Kampung Berkelanjutan di Indonesia, sehingga dapat menginspirasi desa/kampung lainnya untuk bergerak bersama membangun daerah sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Selain itu, MULIANTARA juga berharap dengan adanya inisiatif mengembangkan model Kampung Berkelanjutan ini dapat berkontribusi untuk mempercepat pencapaian TPB di tingkat nasional bahkan global.